FORTALEZA — Penyerang tim nasional Belanda, Klaas-Jan Huntelaar, mencetak gol penalti yang membuat timnya menang 2-1 atas Meksiko pada perdelapan final yang digelar di Stadion Castelao, Fortaleza, Minggu (29/6/2014). Dengan demikian, Belanda lolos ke perempat final.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Di luar dugaan, Meksiko lebih banyak menguasai bola dan melepaskan banyak ancaman.
Pada menit ke-17, misalnya, El Tri mendapatkan peluang emas melalui tembakan mendatar Hector Herrera. Sayang, bola hasil tembakan Herrera melenceng.
Gawang Belanda kembali menerima ancaman melalui tembakan keras Carlos Salcido yang dilepaskan jauh dari luar kotak penalti. Beruntung, kiper Jasper Cillessen masih bisa menepis bola.
Di balik tekanan lawan, Belanda menyelipkan sejumlah ancaman. Salah satunya ialah melalui tembakan kaki kanan Van Persie. Namun, tembakan Van Persie masih melenceng pada menit ke-28.
Meksiko tak membiarkan Belanda mengembangkan permainannya. Melalui skema permainan yang apik, Dos Santos berhasil melepaskan tembakan terukur. Lagi-lagi, Cillessen masih cermat menangkap bola pada menit ke-29.
Setelah menit ke-30, wasit Pedro Proenca menghentikan pertandingan selama tiga menit untuk memberikan kesempatan kepada kedua tim untuk melakukan pendinginan (cooling break). Kebijakan ini diambil karena cuaca panas dan kelembaban di Fortaleza.
Setelah pertandingan dilanjutkan, Meksiko masih tetap mendominasi permainan. Belanda hanya sesekali melancarkan serangan balik. Akan tetapi, kedua tim hanya bermain imbang tanpa gol hingga turun minum.
Selepas jeda, Belanda dikejutkan dengan gol cepat Dos Santos pada menit ke-48. Jauh dari luar kotak penalti, Dos Santos yang dijaga ketat Daley Blind berhasil melepaskan tembakan dengan kaki kirinya. Bola meluncur deras ke sisi kanan gawang Belanda dan tak terbendung oleh Cillessen.
Meksiko semakin nyaman mengendalikan permainan. Oribe Peralta nyaris mencetak gol melalui tendangan yang dilepaskannya pada menit ke-56. Sayang, Cillessen berhasil menangkap bola.
Pelatih Louis van Gaal memasukkan Memphis Depay pada menit ke-56. Sejauh ini, Depay telah mencetak dua gol sebagai pemain pengganti. Belanda terlihat bertenaga.
Robben melakukan tusukan luar biasa ke dalam kotak penalti lawan dan kemudian melepaskan tembakan keras dengan kaki kanannya. Kiper Guilermo Ochoa pun melakukan penyelamatan luar biasa dengan menepis bola tembakan bintang Bayern Muenchen tersebut.
Demi menambah daya gedor pasukannya, Van Gaal kembali memasukkan amunisi baru, yakni Huntelaar, pada menit ke-76. Van Gaal akhirnya bernapas laga setelah Sneijder mencetak gol balasan pada menit ke-88.
Tendangan keras dari gelandang Galatasaray tersebut melesat kencang ke pojok kiri bawah gawang Meksiko. Ochoa hanya terpaku melihat bola bersarang di gawangnya.
Dramatis. Belanda mendapatkan hadiah penalti setelah Robben dijatuhkan Marquez pada menit ke-90+1. Huntelaar yang maju sebagai algojo sukses mengecoh Ochoa. Pemain yang pernah memperkuat AC Milan tersebut berhasil menyarangkan bola ke sisi kiri, sementara Ochoa bergerah ke sisi sebaliknya. Dengan gol ini, Belanda pun memastikan diri lolos ke perempat final untuk bertemu Kosta Rika atau Yunani.
Susunan pemain
Belanda: 1-Jasper Cillessen; 5- Daley Blind, 2- Ron Vlaar, 3- Stefan De Vrij, 12- Paul Verghaegh (Memphis Depay 56); 20- Georginio Wijnaldum, 6-Nigel De Jong, 15-Dirk Kuyt; 10-Wesley Sneijder; 9-Robin Van Persie (Huntelaar 76), 11-Arjen Robben
Pelatih: Louis van Gaal
Meksiko: 13-Guillermo Ochoa; 2-Francisco Rodriguez, 4-Rafael Marquez, 15-Hector Moreno (Reyes 46); 22-Paul Aguilar, 6-Hector Herrera, 3-Carlos Salcido, 18-Andres Guardado, 7-Miguel Layun; 10-Giovani Dos Santos (Aquino 61), 19-Oribe Peralta (Javier Hernandez 75)
Pelatih: Miguel Herrera
Wasit: Pedro Proenca
SUmber : KOMPAS.com
7:06 PM
Dramatis, Belanda Kalahkan Meksiko pada Menit Terakhir
Sunday, June 29, 2014
Labels:
berita bola indonesia,
piala dunia 2014
12:53 AM
Juarai Liga Champions bak Mimpi yang Jadi Nyata buat Bale
Saturday, May 31, 2014
Jakarta - Bintang Real Madrid Gareth Bale mengungkapkan
kegembiraanya bisa meraih gelar juara Liga Champions bersama timnya.
Bale mengungkapkan bahwa impiannya kini jadi nyata.
Madrid akhirnya menyabet La Decima setelah mengalahkan Atletico Madrid 4-1 di final sepekan silam. Bale mencetak sebuah gol dari kepalanya di awal babak perpanjangan waktu yang memberikan momentum besar bagi Los Blancos.
''Sungguh sangat luar biasa. Bisa bergabung dengan Real Madrid, dan merebut trofi Liga Champions. Seperti sebuah impian yang menjadi kenyataan,'' ungkap Bale kepada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (31/5).
Bale menceritakan timnya memang sempat terpukul ketika timnya kebobolan ysai Diego Godin membawa Atletico memimpin di babak pertama.
Namun begitu, Carlo Ancelotti memberikan motivasinya yang berhasil memompa semangat Bale dkk. sebelum memenangi pertandingan.
''Dia katakan kepada saya dan teman-teman 'Ayo bermainlah 100 persen untuk klub! Berikan yang terbaik dan berusahalah mencatatakan sejarah', lanjut eks bintang Tottenham Hotspur ini.
Diboyong dari Tottenham ke Madrid dengan nilai transfer 'wah', Bale berhasil menjawab keraguan dengan 22 gol dan persembahan Copa del Rey dan Liga Champions. Meski begitu, Bale belum puas dengan pencapaiannya.
''Musim depan? Saya harus bisa lebih baik lagi,'' lugas Bale.
sumber: Detik.COM
Madrid akhirnya menyabet La Decima setelah mengalahkan Atletico Madrid 4-1 di final sepekan silam. Bale mencetak sebuah gol dari kepalanya di awal babak perpanjangan waktu yang memberikan momentum besar bagi Los Blancos.
''Sungguh sangat luar biasa. Bisa bergabung dengan Real Madrid, dan merebut trofi Liga Champions. Seperti sebuah impian yang menjadi kenyataan,'' ungkap Bale kepada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (31/5).
Bale menceritakan timnya memang sempat terpukul ketika timnya kebobolan ysai Diego Godin membawa Atletico memimpin di babak pertama.
Namun begitu, Carlo Ancelotti memberikan motivasinya yang berhasil memompa semangat Bale dkk. sebelum memenangi pertandingan.
''Dia katakan kepada saya dan teman-teman 'Ayo bermainlah 100 persen untuk klub! Berikan yang terbaik dan berusahalah mencatatakan sejarah', lanjut eks bintang Tottenham Hotspur ini.
Diboyong dari Tottenham ke Madrid dengan nilai transfer 'wah', Bale berhasil menjawab keraguan dengan 22 gol dan persembahan Copa del Rey dan Liga Champions. Meski begitu, Bale belum puas dengan pencapaiannya.
''Musim depan? Saya harus bisa lebih baik lagi,'' lugas Bale.
sumber: Detik.COM
Labels:
berita bola,
piala dunia 2014,
prediksi bola
12:19 AM
Sevilla - Spanyol harus bersusah payah meraih kemenangan 2-0 dari tamunya Bolivia dalam pertandingan ujicoba di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sabtu dini hari (31/5/2014) WIB.
Mendominasi jalannya laga sejak awal, La Furia Roja baru bisa memecah kebuntuan di babak kedua berkat gol tunggal Fernando Torres dari titik penalti. Gol Andres Iniesta lima menit jelang laga usai mengunci kemenangan Tim Matador.
Sepanjang 90 menit waktu normal, ada 28 percobaan yang dibuat Spanyol namun hanya ada delapan yang on target. Bolivia hanya mampu tiga kali melepaskan percobaan tanpa ada satupun yang mengancam gawang Pepe Reina.
Jalannya Pertandingan:
Bermain di depan publik sendiri, Spanyol mengambil inisiatif menyerang sejak awal. Skuad asuhan Vicente Del Bosque bermain cukup tenang serta perlahan coba masuk ke jantung pertahanan Bolivia.
Namun, hingga memasuki menit ke-10 belum ada peluang berarti yang didapat La Furia Rojas. Rapat dan disiplinnya para pemain bertahan tim tamu membuat Spanyol kesulitan masuk ke dalam kotak penalti.
Serangan tuan rumah lebih banyak melakukan bola-bola silang dan bola panjang yang langsung ditujukan kepada Fernando Torres sebagai target man. Sayang usaha tersebut kerap menemui kegagalan.
Menit ke-21, Xavi Hernandez memperoleh peluang. Mengambil kesempatan tendangan bebas, bola kirimannya hanya menggetarkan jaring atas gawang Bolivia.
Begitu juga dengan peluang Cesar Azpilicueta di menit ke-29. Bola hasil sepakannya sedikit menyamping sisi kiri gawang tim tamu.
Pedro dan Juan Mata yang ditaruh lebih melebar ke sisi sayap beberapa kali mampu melakukan penetrasi. Namun, umpan silang yang dilepas terkadang tidak menemui sasaran. Hingga turun minum kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.
Di babak kedua, Spanyol melakukan dua pergantian Juan Mata keluar digantikan Andres Iniesta serta Gerard Pique digantikan Raul Albiol.
Tim Matador dapat kesempatam tendangan penalti di menit ke-51 setelah Javi Martinez dilanggar pemain Bolivia. Torres yang mengambil kesempatan sukses menjarangkan bola dan mengubah skor jadi 1-0.
Menginjak satu jam laga berjalan, Spanyol melakukan tiga pergantian sekaligus sebagai langkah penyegaran tim. David Silva yang masuk menggantikan Santi Cazorla dapat kesempatan melepaskan tendangan di menit ke-65. Sayang sepakannya dari dalam kotak penalti masih lemah dan bisa diamankan kiper Bolivia.
Andres Iniesta yang masuk di babak kedua akhrinya mampu menggandakan keunggulan juara dunia 2010 berkat golnya di menit ke-84. Tuan rumah hampir saja mencetak gol ketiganya kalau saja sepakan Sergio Busquets di menit ke-85 tidak digagalkan tiang gawang.
Skor 2-0 tak berubah hingga wasit yang memimpin pertandingan meniup peluit panjang.
Susunan Pemain:
Spanyol: Reina; Azpilicueta, Pique (Albiol 46), Javi Martinez, Moreno; Iturraspe, Xavi (Busquets 61). Cazorla (Silva 61); Mata (Iniesta), Pedro (Deulofeu 79), Torres (Fabregas 61). Pelatih: Vicente Del Bosque.
Bolivia: Quinonez; Diego Bejarano, Equino, Raldes, Gutierrez, Marvin Bejarano; Melean (Miranda 63), Mojica (Cardozo 63); Chumacero (Bejarano 63), Arce (Arze 72); Moreno (Pena 81). Pelatih: Azkargorta.
Spanyol Susah Payah Kalahkan Bolivia
Sevilla - Spanyol harus bersusah payah meraih kemenangan 2-0 dari tamunya Bolivia dalam pertandingan ujicoba di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sabtu dini hari (31/5/2014) WIB.Mendominasi jalannya laga sejak awal, La Furia Roja baru bisa memecah kebuntuan di babak kedua berkat gol tunggal Fernando Torres dari titik penalti. Gol Andres Iniesta lima menit jelang laga usai mengunci kemenangan Tim Matador.
Sepanjang 90 menit waktu normal, ada 28 percobaan yang dibuat Spanyol namun hanya ada delapan yang on target. Bolivia hanya mampu tiga kali melepaskan percobaan tanpa ada satupun yang mengancam gawang Pepe Reina.
Jalannya Pertandingan:
Bermain di depan publik sendiri, Spanyol mengambil inisiatif menyerang sejak awal. Skuad asuhan Vicente Del Bosque bermain cukup tenang serta perlahan coba masuk ke jantung pertahanan Bolivia.
Namun, hingga memasuki menit ke-10 belum ada peluang berarti yang didapat La Furia Rojas. Rapat dan disiplinnya para pemain bertahan tim tamu membuat Spanyol kesulitan masuk ke dalam kotak penalti.
Serangan tuan rumah lebih banyak melakukan bola-bola silang dan bola panjang yang langsung ditujukan kepada Fernando Torres sebagai target man. Sayang usaha tersebut kerap menemui kegagalan.
Menit ke-21, Xavi Hernandez memperoleh peluang. Mengambil kesempatan tendangan bebas, bola kirimannya hanya menggetarkan jaring atas gawang Bolivia.
Begitu juga dengan peluang Cesar Azpilicueta di menit ke-29. Bola hasil sepakannya sedikit menyamping sisi kiri gawang tim tamu.
Pedro dan Juan Mata yang ditaruh lebih melebar ke sisi sayap beberapa kali mampu melakukan penetrasi. Namun, umpan silang yang dilepas terkadang tidak menemui sasaran. Hingga turun minum kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.
Di babak kedua, Spanyol melakukan dua pergantian Juan Mata keluar digantikan Andres Iniesta serta Gerard Pique digantikan Raul Albiol.
Tim Matador dapat kesempatam tendangan penalti di menit ke-51 setelah Javi Martinez dilanggar pemain Bolivia. Torres yang mengambil kesempatan sukses menjarangkan bola dan mengubah skor jadi 1-0.
Menginjak satu jam laga berjalan, Spanyol melakukan tiga pergantian sekaligus sebagai langkah penyegaran tim. David Silva yang masuk menggantikan Santi Cazorla dapat kesempatan melepaskan tendangan di menit ke-65. Sayang sepakannya dari dalam kotak penalti masih lemah dan bisa diamankan kiper Bolivia.
Andres Iniesta yang masuk di babak kedua akhrinya mampu menggandakan keunggulan juara dunia 2010 berkat golnya di menit ke-84. Tuan rumah hampir saja mencetak gol ketiganya kalau saja sepakan Sergio Busquets di menit ke-85 tidak digagalkan tiang gawang.
Skor 2-0 tak berubah hingga wasit yang memimpin pertandingan meniup peluit panjang.
Susunan Pemain:
Spanyol: Reina; Azpilicueta, Pique (Albiol 46), Javi Martinez, Moreno; Iturraspe, Xavi (Busquets 61). Cazorla (Silva 61); Mata (Iniesta), Pedro (Deulofeu 79), Torres (Fabregas 61). Pelatih: Vicente Del Bosque.
Bolivia: Quinonez; Diego Bejarano, Equino, Raldes, Gutierrez, Marvin Bejarano; Melean (Miranda 63), Mojica (Cardozo 63); Chumacero (Bejarano 63), Arce (Arze 72); Moreno (Pena 81). Pelatih: Azkargorta.
Labels:
berita bola,
piala dunia 2014
3:07 AM
Gelar Juara City, Buah Keyakinan Pellegrini
Monday, May 12, 2014
INILAHCOM, Manchester - Dicoret dari persaingan juara
tak lantas membuat pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini,
pesimistis. Keyakinannya pun terbukti di akhir musim.
City akhirnya memastikan gelar juara pada laga terakhir musim ini dengan mengalahkan West Ham United. Setelah menjalani 38 laga, The Citizens mengumpulkan 86 poin, unggul dua dari Liverpool.
Padahal, peluang mereka sempat menipis akibat dua hasil buruk di pekan ke-32 dan 33. Kekalahan dari Chelsea dan hasil imbang lawan Sunderland membuat mereka berjarak sembilan poin dari Liverpool.
Meski masih mengantongi dua laga lebih banyak, nasib gelar juara saat itu ada di tangan The Reds.
“Bagi saya, ada dua momen (yang menjadi penentu gelar juara),” kata Pellegrini seperti dikutip dari Manchester Evening News.
“Salah satunya adalah saat kami memainkan enam laga tandang pertama dan hanya mendapatkan empat poin, saya berbicara dengan para pemain dan kami tetap bermain dengan cara yang sama. Sejak saat itu, saya rasa tim kami menjadi tim dengan perolehan poin terbanyak pada laga tandang,” ia menambahkan.
Momen krusial kedua bagi perjalanan The Citizens musim ini adalah kekalahan 2-3 di Anfield dari Liverpool.
“Kami tak layak kalah 3-2. Kami tak pernah berhenti berharap Liverpool kehilangan poin. Itu bukanlah pekan yang terbaik,” pelatih berusia 60 tahun itu menambahkan.
Keyakinan Pellegrini berbuah hasil. City berhasil menyapu bersih laga terakhir dengan kemenangan.
Di mana ada usaha, di situ ada jalan. Setelah The Citizens memaksimalkan semua peluang yang dimiliki, Sang Takdir pun membukakan jalan. Liverpool tersandung di dua laga krusial pada pekan ke-36 dan ke-37. Setelah kalah dari Chelsea, Steven Gerrard dkk bermain imbang 3-3 lawan Crystal Palace, meski sempat unggul 3-0. The Citizens pun kembali ke puncak dan keluar sebagai juara di akhir musim.
City akhirnya memastikan gelar juara pada laga terakhir musim ini dengan mengalahkan West Ham United. Setelah menjalani 38 laga, The Citizens mengumpulkan 86 poin, unggul dua dari Liverpool.
Padahal, peluang mereka sempat menipis akibat dua hasil buruk di pekan ke-32 dan 33. Kekalahan dari Chelsea dan hasil imbang lawan Sunderland membuat mereka berjarak sembilan poin dari Liverpool.
Meski masih mengantongi dua laga lebih banyak, nasib gelar juara saat itu ada di tangan The Reds.
“Bagi saya, ada dua momen (yang menjadi penentu gelar juara),” kata Pellegrini seperti dikutip dari Manchester Evening News.
“Salah satunya adalah saat kami memainkan enam laga tandang pertama dan hanya mendapatkan empat poin, saya berbicara dengan para pemain dan kami tetap bermain dengan cara yang sama. Sejak saat itu, saya rasa tim kami menjadi tim dengan perolehan poin terbanyak pada laga tandang,” ia menambahkan.
Momen krusial kedua bagi perjalanan The Citizens musim ini adalah kekalahan 2-3 di Anfield dari Liverpool.
“Kami tak layak kalah 3-2. Kami tak pernah berhenti berharap Liverpool kehilangan poin. Itu bukanlah pekan yang terbaik,” pelatih berusia 60 tahun itu menambahkan.
Keyakinan Pellegrini berbuah hasil. City berhasil menyapu bersih laga terakhir dengan kemenangan.
Di mana ada usaha, di situ ada jalan. Setelah The Citizens memaksimalkan semua peluang yang dimiliki, Sang Takdir pun membukakan jalan. Liverpool tersandung di dua laga krusial pada pekan ke-36 dan ke-37. Setelah kalah dari Chelsea, Steven Gerrard dkk bermain imbang 3-3 lawan Crystal Palace, meski sempat unggul 3-0. The Citizens pun kembali ke puncak dan keluar sebagai juara di akhir musim.
3:05 AM
Barcelona Berharap Dukungan Fans di 'Partai Final'
INILAHCOM, Barcelona- Pelatih
Barcelona, Tata Martino, berharap dukungan penuh dari suporter pada laga
pamungkas melawan pemuncak klasemen, Atletico Madrid, tanggal 18 mei
mendatang.
Hasil seri melawan Elche tadi malam masih belum menutup kemungkinan Barca meraih gelar juara musim 2014.
Pada pertandingan lain, Atletico sebagai kandidat juara harus rela ditahan imbang oleh Malaga, 1-1.
sedangkan Real Madrid yang berada dua poin di bawah Barka harus takluk 2-0 oleh Celta de Vigo.
Lawan terakhir Barca adalah pemuncak klasemen. Ini menjadikan pertandingan pamungkas tersebut layaknya partai final musim ini.
“Hasil tersebut bukanlah yang kami inginkan. Tapi kami bisa bernafas lega dengan hasil yang dicapai dua game lain (Atletico dan Real Madrid)," kata Martino seperti dilansir situs resmi klub Katalunya ini. Saat ini, perolehan poin mereka adalah 86, terpaut tiga dari Atletico Madrid.
Jika Barca bisa mengalahkan Atletico saat keduanya bertemu pada laga terakhir, akhir pekan ini, keduanya akan memiliki poin 89. Ini menguntungkan Barcelona karena La Liga menggunakan head to head atau pertemuan langsung kedua tim musim ini.
Pada pertemuan pertama, Atletico hanya bermain imbang lawan tim besutan Martino, sehingga Barca bakal didapuk sebagai pemenang jika berhasil meraih kemenangan pada pertemuan kedua.
“Yang paling penting adalah mencapai akhir musim dengan peluang memenangi titel juara,” imbuhnya.
Pelatih berusia 50 tahun itu berharap para fans berada di sisi tim untuk pada pertandingan sabtu depan.
“Kami berharap dukungan penuh dari supporter selama 90 menit pertandingan. Dengan dukungan mereka, kami yakin bisa juara,” ia mengakhiri.[yob]
Hasil seri melawan Elche tadi malam masih belum menutup kemungkinan Barca meraih gelar juara musim 2014.
Pada pertandingan lain, Atletico sebagai kandidat juara harus rela ditahan imbang oleh Malaga, 1-1.
sedangkan Real Madrid yang berada dua poin di bawah Barka harus takluk 2-0 oleh Celta de Vigo.
Lawan terakhir Barca adalah pemuncak klasemen. Ini menjadikan pertandingan pamungkas tersebut layaknya partai final musim ini.
“Hasil tersebut bukanlah yang kami inginkan. Tapi kami bisa bernafas lega dengan hasil yang dicapai dua game lain (Atletico dan Real Madrid)," kata Martino seperti dilansir situs resmi klub Katalunya ini. Saat ini, perolehan poin mereka adalah 86, terpaut tiga dari Atletico Madrid.
Jika Barca bisa mengalahkan Atletico saat keduanya bertemu pada laga terakhir, akhir pekan ini, keduanya akan memiliki poin 89. Ini menguntungkan Barcelona karena La Liga menggunakan head to head atau pertemuan langsung kedua tim musim ini.
Pada pertemuan pertama, Atletico hanya bermain imbang lawan tim besutan Martino, sehingga Barca bakal didapuk sebagai pemenang jika berhasil meraih kemenangan pada pertemuan kedua.
“Yang paling penting adalah mencapai akhir musim dengan peluang memenangi titel juara,” imbuhnya.
Pelatih berusia 50 tahun itu berharap para fans berada di sisi tim untuk pada pertandingan sabtu depan.
“Kami berharap dukungan penuh dari supporter selama 90 menit pertandingan. Dengan dukungan mereka, kami yakin bisa juara,” ia mengakhiri.[yob]
3:03 AM
Kaka Bicarakan Nasibnya Bersama AC Milan
INILAH, Milan - Gelandang serang AC Milan berkebangsaan
Brasil, Ricardo Kaka, memutuskan untuk melanjutkan kontraknya di San
Siro hingga satu musim ke depan.
Musim ini, Milan dipastikan gagal menembus zona Liga Champions. Sesuai klausul yang tertera dalam kontraknya, Kaka berhak untuk memutuskan kontrak tersebut tanpa kompensasi. Namun sang gelandang memilih untuk tak mengaktifkan klausul tersebut.
“Jika saya ditanya akan tetap bertahan di Milan, tentu saja saya akan menjawab iya,” kata pemain bernomor punggung 22 ini seperti dilansir Football Italia. “Saya akan bertahan satu tahun lagi. tapi tentu saja ini tergantung keputusan klub.”
Bisa dibilang, musim ini menjadi musim yang buruk bagi Kaka. Selain tak berhasil mengangkat derajat Milan di Seri A, Kaka tak dipanggil untuk membela negaranya di Piala Dunia yang sebentar lagi akan dihelat di Brasil.
“Betapa disayangkan. seharusnya ini (Piala Dunia 2014) bisa menjadi Piala Dunia keempat sepanjang karir. tapi saya tidak berkecil hati, karena saya telah melakukan segalanya dengan maksimal,” ujarnya.
Kendati musim ini menjadi musim yang kurang beruntung bagi pria berumur 32 tahun ini, Kaka tetap optimis terhadap karir sepak bolanya.
“Di Madrid, saya banyak belajar mengenai keyakinan, ketahanan dan kesabaran dan banyak lagi yang melampai sekedar sepak bola. hasilnya tak selalu yang seperti kita harapkan dan tidak mudah untuk menghadapi tekanan,” ia mengakhiri.
Musim ini, Milan dipastikan gagal menembus zona Liga Champions. Sesuai klausul yang tertera dalam kontraknya, Kaka berhak untuk memutuskan kontrak tersebut tanpa kompensasi. Namun sang gelandang memilih untuk tak mengaktifkan klausul tersebut.
“Jika saya ditanya akan tetap bertahan di Milan, tentu saja saya akan menjawab iya,” kata pemain bernomor punggung 22 ini seperti dilansir Football Italia. “Saya akan bertahan satu tahun lagi. tapi tentu saja ini tergantung keputusan klub.”
Bisa dibilang, musim ini menjadi musim yang buruk bagi Kaka. Selain tak berhasil mengangkat derajat Milan di Seri A, Kaka tak dipanggil untuk membela negaranya di Piala Dunia yang sebentar lagi akan dihelat di Brasil.
“Betapa disayangkan. seharusnya ini (Piala Dunia 2014) bisa menjadi Piala Dunia keempat sepanjang karir. tapi saya tidak berkecil hati, karena saya telah melakukan segalanya dengan maksimal,” ujarnya.
Kendati musim ini menjadi musim yang kurang beruntung bagi pria berumur 32 tahun ini, Kaka tetap optimis terhadap karir sepak bolanya.
“Di Madrid, saya banyak belajar mengenai keyakinan, ketahanan dan kesabaran dan banyak lagi yang melampai sekedar sepak bola. hasilnya tak selalu yang seperti kita harapkan dan tidak mudah untuk menghadapi tekanan,” ia mengakhiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)





