INILAHCOM, Madrid - Penentuan gelar juara La Liga
semakin seru. Di saat Atletico Madrid punya kesempatan untuk mengunci
gelar juara, Minggu dini hari (12/5/14) WIB tadi, tim besutan Atletico
itu justru terpeleset.
Atletico hanya bermain imbang 1-1 lawan Malaga dini hari tadi WIB. Padahal di saat yang bersamaan, pesaing terdekat mereka, Barca, juga bermain imbang tanpa gol lawan Elche.
Andai menang, Atletico akan memimpin klasemen dengan selisih lima poin dari Barca. Jumlah ini tak mungkin dikejar lagi oleh Blaugrana yang hanya menyisakan satu pertandingan alias poin maksimal tiga. Sayang, di saat datang kesempatan, Los Rojiblancos justru terpeleset. Kini, keduanya hanya berjarak tiga poin. Atletico memimpin dengan 89 poin.
Alih-alih menyesali peluang yang terbuang, pelatih Atletico, Diego Simeone, lebih suka melihat sisi positifnya, yakni tetap menjaga jarak tiga poin dari sang juara bertahan. Simeone yakin tak banyak orang yang memprediksi timnya bakal mempertahankan keunggulan atas tim sekelas Barca hingga laga terakhir.
“Normal untuk merasakan hal itu, karena pertandingan kedua tim digelar pada saat yang sama, dan tim yang ada di belakang Anda tak menang, meskipun kamipun tidak mampu memenangkan pertandingan dan belum memastikan gelar,” kata Simeone seperti dikutip dari Marca.com.
Atletico dan Barca akan bertemu di Camp Nou pada pertandingan terakhir musim ini. Jika Barca menang, perolehan poin keduanya menjadi sama, 89 poin. Jika ini terjadi, Barca berhak menyandang gelar juara. Berdasarkan peraturan La Liga, apabila kedua tim memiliki nilai yang sama di puncak klasemen di akhir musim, gelar juara akan ditentukan lewat head to head atau pertemuan langsung kedua tim.
Peraturan ini menguntungkan Barca karena pada pertemuan pertama, Atletico hanya bisa bermain imbang lawan Barcelona.
“Kami akan menghadapi laga terakhir di sebuah lokasi, di Camp Nou (kandang Barca), dimana tak seorang pun yang memprediksi kami memiliki keunggulan tiga poin atas Barcelona. Tak ada yang percaya itu. Dan takkan ada pula yang percaya bahwa kami punya peluang menang (di Camp Nou),” ia menambahkan.
Pertandingan melawan Barcelona sabtu nanti layaknya pertandingan final. Dan pada setiap pertandingan final, menurut Atletico, setiap pihak punya 50 persen peluang.
"Anak-anak masih dalam semangat berapi-api dan kami begitu semangat untuk menghadapi sepuluh hari fantastis pada pertandingan terakhir melawan Barcelona dan (Final Liga Champions) di Lisbon,” pungkas pemain berusia 44 tahun itu.
Atletico hanya bermain imbang 1-1 lawan Malaga dini hari tadi WIB. Padahal di saat yang bersamaan, pesaing terdekat mereka, Barca, juga bermain imbang tanpa gol lawan Elche.
Andai menang, Atletico akan memimpin klasemen dengan selisih lima poin dari Barca. Jumlah ini tak mungkin dikejar lagi oleh Blaugrana yang hanya menyisakan satu pertandingan alias poin maksimal tiga. Sayang, di saat datang kesempatan, Los Rojiblancos justru terpeleset. Kini, keduanya hanya berjarak tiga poin. Atletico memimpin dengan 89 poin.
Alih-alih menyesali peluang yang terbuang, pelatih Atletico, Diego Simeone, lebih suka melihat sisi positifnya, yakni tetap menjaga jarak tiga poin dari sang juara bertahan. Simeone yakin tak banyak orang yang memprediksi timnya bakal mempertahankan keunggulan atas tim sekelas Barca hingga laga terakhir.
“Normal untuk merasakan hal itu, karena pertandingan kedua tim digelar pada saat yang sama, dan tim yang ada di belakang Anda tak menang, meskipun kamipun tidak mampu memenangkan pertandingan dan belum memastikan gelar,” kata Simeone seperti dikutip dari Marca.com.
Atletico dan Barca akan bertemu di Camp Nou pada pertandingan terakhir musim ini. Jika Barca menang, perolehan poin keduanya menjadi sama, 89 poin. Jika ini terjadi, Barca berhak menyandang gelar juara. Berdasarkan peraturan La Liga, apabila kedua tim memiliki nilai yang sama di puncak klasemen di akhir musim, gelar juara akan ditentukan lewat head to head atau pertemuan langsung kedua tim.
Peraturan ini menguntungkan Barca karena pada pertemuan pertama, Atletico hanya bisa bermain imbang lawan Barcelona.
“Kami akan menghadapi laga terakhir di sebuah lokasi, di Camp Nou (kandang Barca), dimana tak seorang pun yang memprediksi kami memiliki keunggulan tiga poin atas Barcelona. Tak ada yang percaya itu. Dan takkan ada pula yang percaya bahwa kami punya peluang menang (di Camp Nou),” ia menambahkan.
Pertandingan melawan Barcelona sabtu nanti layaknya pertandingan final. Dan pada setiap pertandingan final, menurut Atletico, setiap pihak punya 50 persen peluang.
"Anak-anak masih dalam semangat berapi-api dan kami begitu semangat untuk menghadapi sepuluh hari fantastis pada pertandingan terakhir melawan Barcelona dan (Final Liga Champions) di Lisbon,” pungkas pemain berusia 44 tahun itu.





0 comments:
Post a Comment